Pilkada dan calon pemimpin yang bobrok

Di Kotamadya Binjai hari ini melaksanakan Pilkada, ada 9 Calon pasangan yang bakal bersaing menuju kemenangan menjadi Walikota dan Wakil Walikota Binjai tahun 2010 – 2015. Namun sangat disayangkan sekali, belum terjadi juga demokrasi yang sebenarnya, belum juga kejujuran dapat di kedepankan, tak terlihat juga kebesaran hati para calon pemimpin itu yang ditunjukkan kepada masyarakat. Kenapa? Semua telah dirusak dengan politik yang buruk. Mulai dari tadi malam para Tim Sukses (TS) telah sibuk membagi-bagikan uang kepada masyarakat yang dianggap bisa untuk di ajak kompromi dalam pencoblosan hari ini, dan sampai pagi harinya juga demikian, yang biasa di istilahkan serangan fajar.

Diawali dengan yang tidak baik.! Bagaimana hasil dan akhirnya akan baik juga. Pembohongan dan pembodohan publik. Itulah salah sebahagian calon pemimpin kita, dengan berbagai cara melakukan apa saja yang dianggap dapat mendongkrak kemenangannya, hingga cara curang, tidak halal harus dilakukannya, demi sebuah kemenangan, demi sebuah kepemimpinan, demi pujian masyarakat, kehebatan dan ketenaran yang sesaat.

Sebahagian dari calon-calon pemimpin itu tak layak untuk kita pilih dan tak pantas untuk dipilih. Telah hilang hal yang baik dari hati mereka, telah tertutup pintu hati mereka dengan kesesatan, melakukan dengan cara-cara yang kotor. Telah tak ada lagi iman dan akhlak calon pemimpin itu yang digunakan. Lebih mementingkan kepentingannya sendiri dan nafsu keserakahan.
Telah 13 tahun kita jalani reformasi sejak tahun 1997, dan inilah yang masih terjadi di negeri ini dijaman yang demokrasi, tapi belum di temui juga demokrasi yang baik itu, hanya rakyat yang bakal jadi korban politik yang kotor itu, bagi yang tidak mengetahuinya dan menyikapinya. Masih bobrok, kotor, penuh dusta. Bukannya menunjukkan hal yang baik serta teladan kepada masyarakatnya, malah menunjukkan yang hal buruk pada rakyatnya, bagaimana masyarakat akan percaya dengan calon seperti itu. Sebahagian kalimat yang terdengar dari masyarakat tentang calon dipagi hari ini adalah “bagaimana mau baik, jika awalnya saja udah tak baik”. yang lainnya mengatakan " ambil saja uangnya, tapi kita pilih yang lain". Dan itulah tanggapan masyarakat, dan masyarakat sekarang telah pintar dan bijak berpikir.

Calon pemimpin itu tak menyadari bahwa cara yang baik itu akan menjerumuskan dia sendiri dalam kedalam lubang kehancuran, mulai dari kehabisan harta yang dikuras, kekalahan dalam pemilihan, hingga ditinggalkan oleh para tim sukses mereka. Dan mereka takkan menyadari itu, namun yang baik pasti akan ditunjukkan pada Yang Maha Kuasa, yang benar pasti akan menang juga.

Semoga masyarakat lainnya lebih bijak dalam memilih calon pemimpin yang terbaik dan yang baik bagi kesejahteraan dan kepentingan orang banyak. Bukan untuk hari ini saja, tapi untuk llima tahun yang akan datang. Dan carilah pemimpin yang amanah bagi kita dan lebih mementingkan kehidupan masyarakatnya.

0 komentar: