Sakit Itu Mahal

Ternyata sakit itu mahal. Kaget tak terduga saja dibenak yang tak pernah membeli obat dengan harga segitu dan mungkin saja tak pernah terpikir saja karena dengan hidup yang sederhana ini. Dengan 2 jenis obat yang berdeda dengan jumlah 10 butir saja, uang yang dikeluarkan sebanyak 300 ribu rupiah. Hanya untuk sebuah obat untuk demam berdarah. Itu yang sedang dialami bos di kantorku, yang baru aja mengalami demam berdarah dan harus berada dirumah sakit. Beliau diopname dan hanya terbaring dengan jarum infus ditangan kanannya. Dan aku dengan rekan yang lain pun menjenguknya karena telah 4 hari beliau dirumah sakit. Tak lama kau disuruh membeli resep dokter yang telah diberikan dokter ke apotik, diberitahu bahwa kemarin sudah dibeli dengan harga 150 ribu, tapi malah di suguhi uang 300 ribu, dengan pemikiran tak mengerti bahwa, kok bisa ya banyak sekali ini dibawakan uang, padahal sakitnya kan tidak terlalu parah, Cuma sekedar DBD, itu yang kukira.

Namun setelah sampai apotik ku berikan resep yang diberikan, ternyata harganya 300 ribu, aku keheranan dalam hati, ya ampun, ini duit yang kurasa cukup banyak bagiku hanya dapt obat segini saja, ta kusangka, sambil terpikirkan dalam perjalanan ke rumah sakit. Dalam hati terus bertanya : Ya Allah, ternyata sakit yang kau berikan ini sangat berdampak besar bagi si penderita, tak sedikit uang yang dikeluarkan untuk membuatnya sembuh kembali. Subhanallah, ternyata sakit itu ternyata memang mahal.

Dan ternyata juga sehat itu sangat lebih penting dari apapun, karena dengan menjaga kesehatan kita dapat melakukan aktivitas apapun. Satu pelajaran lagi bisa kita petik dari hari ini dan situasi ini, jangan karena kita sakit ini malah lebih banyak lagi uang yang harus dikeluarkan ketimbang kita harus menabungnya. Memang disadari sakit dan sehat itu datangnya dari Sang Khalik untuk mengingatkan diri kita, namun salah satu caranya adalah menjaga tubuh kita ini dengan baik.

0 komentar: