Waduk itu bisa diberdayakan lagi.



10.00 WIB. 06/05/2010. Hari ini bukan kali pertamanya aku ke lapangan untuk survey lokasi. Dusun Sukaramai Desa Sekoci Kabupaten Langkat. Kurang lebih 80 km dari kota Stabat ke lokasi, namun kami harus pinjam kendaraan roda 2 lagi menuju lokasi yang harus dicapai, karena roda 4 tidak bisa lewat, dan pinjam lah pada penyuluh lapangan setempat itu sepeda motor. Setelah melewati jembtan gantung, sekitar 3 km jalan batu dan perkampungan dilewati, aku bersama bos, petugas setempat dan 2 orang lainnya, harus jalan kaki lagi sejauh kurang lebih 800 meter ke lokasi waduk itu berada. Terik panas matahari telah membakar tubuh, tapi itu sudah mulai terbiasa, jam 2 siang kami menyusuri jalan pematang sawah yang sudah tidak ditanami padi karena mengalami kekeringan berkepanjangan. Panas, terik, keringat pun pasti menetes, tapi aku suka dengan ini, karena aku dan bos ini hanya memperjuangkan keberlangsungan pemilik lahan para petani yang 100 Ha itu yang telah kekeringan.







Bayangkan jika lahan yang lumayan luas itu harus terbengkalai tak dapat ditanami padi dan palawija, karena air yang tak dapat dipenuhi oleh sawah. Menyusuri aliran air dari waduk yang tertutup oleh rumput, akibat sudah tak ada air didalamnya. Umur waduk yang cukup tua juga nampaknya harus diperbaiki, yang telah 25 tahun berdiri.



Jam 5 sore kami baru bisa beranjak dari lokasi setelah meninjau waduk tersebut meminta keterangan serta menelitinya, mulai lelah badan, tapi petualangan belum selesai, masih 1 lokasi lagi belum di tinjau. Tak lama hanya melihat sebentar dan memberi keterangan lokasi kami pun langsung berbalik arah menuju pulang, karena jam telah menunjukkan angka 6 sore.


Seperti biasanya, memang tak cukup sebentar jika telah kelapangan, butuh waktu yang lumayan lama, disebabkan lokasi yang sulit dijangkau serta melihat dan mencari keterangan yang jelas, dan itupun belum tentu berhasil karena banyak faktor yang harus diperhatikan.

Terasa lama diperjalanan pulang, sampai akhirnya tiba di rumah pukul 09.00 malam.Tapi itulah resiko pekerjaan, harus ikhlas menjalaninya. Nmun dibalik itu teras puas menjalaninya.dan this is my job.

0 komentar: