Nilai Akhlak lebih baik ketimbang nilai akademis

Assalamualaikum
Para orang tua sebagian selalu mengatakan dan memberikan arahan kepada anaknya untuk belajar yg baik dan yg pintar utk mendapatkan nilai yg bagus pula.
Menggali bakatnya dgn kepintaran intelektual. Dan dikemudian dapat sekolah serta Perguruan tinggi yg terkenal dan bagus.

Setelah itu para orang tua akan mengatakan cepatlah tamat, agar mendapatkan kerja yang layak, trus mendapatkan uang yang banyak agar dapat membahagiakan dirinya dan orang tuanya.Pernahkan kita berpikiran orang tua untuk mengatakan "wahai anakku, peliharalah akhlakmu jadi lebih baik, krn itu akan menuntunmu satiap saat, jadilah seorang yg mempunyai akhlak yg baik, demi dirimu dan agama".

Orang tua akan sangat marah jika nilai kita buruk, gagal dalam sebuah ujian, dengan berbagai ucapan yang membuat kita jadi ketakutan untuk dapat nilai jelek. Namun tidak pernah orang tua mengatakan kepada anaknya jika belum mengerti akan sesuatu dalam agama, Al-Qur'an dan Hadist.

Para orang tua sangat begitu bangga terhadap anaknya jika anaknya benar-benar sukses jika mendapatan nilai rapot yg bagus, nilai IP yg tinggi serta mendapat pekerjaan dengan jabatan yang populer, mendapatkan hasil rejekinya dengan jerih payahnya sehingga menjadi kaya. Namun para orang tua mengabaikan bahwa anaknya tidak di tuntunnya kedalam budi pekerti yang berhati ikhlas sehingga dapat dikesampingkan dengan yang lebih utama, yaitu akhlaknya.

Bukan nilai dan angka-angka dalam secarik kertas penentu kesuksesan seseorang, namun akhlakul karimah yg menentukan insan tersebut lebih berharga dan berderajat. Seperti halnya Rasullullah SAW diutus untuk memperbaiki akhlak manusia di dunia.

Renungkanlah sejenak kepada kita bahwa pemikiran terhadap apa yang disampaikan kepada orang tua yang seperti itu wajib kita luruskan adanya. Karena kita juga akan menjadi sosok orang tua tersebut.

Orang tua yang baik adalah mengajarkan kepada anaknya untuk mengkaji potensi hati dan imannya terhadap apa yang telah diperolehnya untuk dirinya, kelurganya dan agamannya. Dan anak yang hebat adalah bahwa anak tersebut mampu untuk mengusahakan dirinya sendiri tanpa bantuan siapapun, dan orang tua tidak merasa khawatir terhadap anaknya, karena bekal terbaik telah dimilikinya, akhlak yang mulia.

Jangan merasa khawatir bahwa anak kita tidak memiliki nilai yang baik dalam pelajaran akademisnya, tidak mendapatkan pekerjaan yang layak dikemudian hari, tidak dapat mensekolahkan di perguruan tinggi terkenal, tidak memiliki uang untuk melanjutkan sekolahnya. Namun jika akhlaknya telah baik, maka anak tersebut memiliki bekal yang cukup berharga dan bernilai tinggi. Subhanallah. karena baik buruknya ada pada dirinya sendiri, dan itu akan menjaganya.

Alangkah baiknya kita renungkan kembali, apa yang harus kita lakukan untuk masa mendatang.
Semoga bermanfaat untuk saya sebagai cerminan hati dan yang lainnya.
Wassalam.

0 komentar: