Ayam Apa Bebek..?



Kalo pasangan Anda sering ngamuk gara-gara hal yang gak penting...coba kasih dia baca catatan ini ya... ^_*
Cerita ini dari Ajahn Chah dari wilayah Timur Laut Thailand (jauh ya...)

Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan pada suatu malam musim panas yang indah, seusai makan malam. Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mendengar suara dikejauhan; "Kuek! Kuek!"
"Dengar," kata si istri, "itu pasti suara ayam."
"Bukan, bukan, itu suara bebek," kata si suami.
"Nggak!, aku yakin itu ayam," si istri bersikeras....
"Mustahil.. Suara ayam itu 'kukuruyuuuk!', bebek itu 'Kuek! Kuek!' itu bebek, Sayang," kata si suami disertai gejala-gejala awal kejengkelan.
"Kuek! Kuek!" terdengar lagi.
"Nah, tuh! Itu suara bebek," kata si suami.
"Bukan, Sayang. Itu ayam. Aku yakin betul," tandas si istri, sembari menghentakkan kaki.
"Dengar ya! Itu a..da..lah.. Be..Bek, B-E-B-E-K. Bebek! Mengerti?" si suami berkata dengan gusar.
"Tapi itu ayam," masih saja si istri bersikeras.
"Itu jelas-jelas bue..bek, kamu..kamu..", terdengar lagi suara, "Kuek!Kuek!" sebelum si suami mengatakan sesuatu yang sebaiknya tak dikatakannya...
Si istri sudah hampir menangis, "Tapi itu ayam.."
Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya, dan akhirnya teringat kenapa ia menikahinya. Wajahnya melembut dan katanya dengan mesra, "Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara ayam kok."
"Terima kasih, Sayang," kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya.
"Kuek! Kuek! Terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta.
Maksud dari cerita di atas, bahwa si suami akhirnya sadar: 'Siapa sih yang peduli itu ayam atau bebek? Yang lebih penting adalah keharmonisan mereka yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu.'
Sahabat, Berapa banyak pernikahan yang hancur hanyagara-gara persoalan sepele? Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal seperti "ayam atau bebek? "Ketika kita memahami cerita tersebut, kita ingat apa yang menjadi prioritas kita.
Pernikahan jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang benar apakah itu ayam atau bebek. Lagi pula, betapa sering kita merasa yakin bin amat sangat mantap, mutlak bahwa kita benar, namun belakangan ternyata kita salah? Lho,siapa tahu?
Mungkin saja itu adalah ayam yang direkayasa genetik sehingga bersuara seperti bebek!
Wkwkwkwk :D 

0 komentar: